Skip to main content

Candi Banyunibo : Candi Mungil Diantara Ladang Tebu dan Persawahan

Lokasi liburanku kali ini berada di Candi Banyunibo, candi Buddha yang dibangun oleh raja dari Kerajaan Mataram Kuno.

Ada begitu banyak situs candi purbakala bersejarah warisan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di sebelah timur Kota Yogyakarta yang dapat dijadikan sebagai pilihan sebagai tujuan lokasi liburan. Diantaranya : Candi Ijo, Candi Barong, Candi Ratu Boko dan Candi Banyunibo.

Candi Banyunibo merupakan candi bercorak Buddha diperkirakan dibangun pada abad ke 9 Masehi, berada di sebelah wilayah timur kota Yogyakarta ke arah Kota Wonosari. 


"candi banyunibo : candi mungil diantara ladang tebu dan persawahan"


Persisnya lokasi Candi Banyunibo terletak berada di Dusun Cepit, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Aku tak mengalami kesulitan berarti dalam pencarian rute menuju keberadaan lokasi Candi Banyunibo sejauh sekitar 6,5 kilometer dimulai dari Candi Prambanan, selain karena adanya papan informasi penunjuk arah lokasi berikut keterangan jarak kilometer di beberapa titik sudut jalan, juga fitur google maps kuaktifkan di layar perangkat smartphone.


"candi banyunibo : candi mungil diantara ladang tebu dan persawahan"


Lokasi Candi Banyunibo memang tak begitu jauh ditempuh dari lokasi Candi Ijo dan kira-kira sejauh 2 kilometer jauh jaraknya dari Candi Ratu Boko. 

Namun untuk menuju ke lokasi candi-candi ini, termasuk rute menuju ke lokasi Candi Banyunibo tak tersedia adanya sarana angkutan umum. 

Aku pun saat berangkat dan sepulang dari Candi Banyunibo memang sengaja tak memilih mengikuti layanan jasa dari biro penyedia tur & travel yang banyak terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tapi memilih mengemudikan sendiri kendaraanku pribadi. 

Sengaja nyetir sendirian datang jauh-jauh dari kotaku tinggal demi nyari bahan tulisan buat postingan blog  ...., wagelagaseeeeh segitunya dibela-belain, hahaha 😂!, nebus penasaran pengin lihat dan memasuki bilik dalam Candi Banyunibo yang  bagian relungnya tak ada stupa arca satu pun terlihat berada disana. 


"candi banyunibo : candi mungil diantara ladang tebu dan persawahan"


Meski tak terlihat adanya stupa arca di ruang dalam biliknya, Candi Banyunibo ini mudah dikenali sebagai peninggalan agama Buddha karena adanya bentuk stupa Buddha berada di atap candi.

Sebelum aku melanjutkan perjalanan kembali menuju ke lokasi Candi Banyunibo, aku sempat berhenti sebentar di tepi persawahan jalan desa, ... yah untuk sekedar melepaskan penat sebentar setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari kotaku tinggal dan juga penasaran melihat dari dekat pemandangan hamparan hijaunya persawahan dan rerimbunan pepohonan Bukit Ijo tampak di kejauhan.

Sejurus kemudian aku baru menyadari pandangan mataku telah menangkap sebuah titik obyek berwarna abu-abu berdiri seakan menyembul dibawah perbukitan dan tersembunyi berada diantara rimbunan hijaunya pepohonan, jika mata kita tak jeli maka obyek yang ternyata tak lain tak bukan adalah bangunan eksotis Candi Banyunibo itu, memang tak akan terlihat. 

Tak percaya ?, coba kalian amati foto hasil bidikanku yang kusertakan di bawah ini, coba tebak dan amati dimana keberadaan letak Candi Banyunibo dilihat dari kejauhan ... .


"candi banyunibo : candi mungil diantara ladang tebu dan persawahan"


Yah memang benar, jika keberadaan lokasi Candi Banyunibo terletak berada di antara ladang tebu dan persawahan.

Pemandangan serupa seperti ini, pernah kuperoleh sewaktu dulu aku berada di ketinggian area Candi Ijo. 


Baca juga : Candi Ijo


Candi Banyunibo yang namanya diambil dari bahasa Jawa, memiliki arti 'air jatuh menetes' ini jika dilihat dari ketinggian lokasi Candi Ijo berada juga akan kelihatan dari kejauhan, dengan catatan mata kalian harus jeli menangkap obyek. 

Apa perlu aku pinjemin pakai binocular 🔭 ?, eh*. Tapi bohong.😉. Binocular sarana pelengkap berburu kepunyaan papaku sudah lama dijual saat dulu beliau masih hidup. 

Penamaan candi dengan arti demikian, air jatuh menetes untuk Candi Banyunibo mungkin terinspirasi dari tetesan air yang jatuh dari atas tebing Bukit Ijo karena letak lokasi candi memang berada dbawah kaki bukit. 


Sumber mata air pun tak diketemukan ada di sekitar Candi Banyunibo, kalau saluran air memang ada. Saluran air membatasi antara area depan halaman candi dan jalan desa di sisi persawahan. 


Kompleks Candi Banyunibo saat ini hanya menyisakan satu candi inti atau candi utama yang berdiri utuh setelah mengalami pemugaran, posisinya menghadap ke arah barat.  

Tubuh Candi Banyunibo memiliki selasar yang dapat dilalui oleh pengunjung, aku pun mencoba mengelilingi selasar beberapakali untuk mengamati pahatan relief di badan candi. 

Candi utama memiliki ukuran lebar sekitar 15 meter dan tinggi sekitar 14 meter. 

Dan di sebelah selatan dan timur dari candi utama terdapat 6 tumpukan reruntuhan puing-puing Candi Perwara atau candi pendamping dari candi utama Candi Banyunibo. 


"candi banyunibo : candi mungil diantara ladang tebu dan persawahan"


Menurut keterangan yang kuperoleh dari papan keterangan informasi di area, Candi Banyunibo yang jam operasional untuk kunjungan wisatawan dari mulai jam 08. 00 pagi sampai dengan jak 17. 00 sore ini, kompleks Candi Banyunibo diketemukan kembali setelah beratus tahun lamanya terkubur di dalam tanah pada tahun 1940 dalam keadaan telah runtuh, kemudian di evakuasi dan berhasil dipugar pada tahun 1978.

Comments

  1. Halo!
    Pos yang bagus. Tempat yang sangat menarik. Saya ingin melihat candi ini. Saya belum pernah berada di tempat seperti ini. Ini terlihat sangat bagus. Foto Anda bagus. Saya suka berpergian :)
    Salam dari Polandia! Saya berharap Anda mendapatkan yang terbaik dan banyak kesehatan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ayuna di Polandia!.
      Senang sekali saya mengetahui ketertarikan anda melihat candi purbakala dan juga anda menyukai perjalanan seperti saya 😁.
      Semoga ya kelak anda dapat berkunjung ke lokasi candi, saya mendoakan untukmu!.
      Terimakasih apresiasi dari anda untuk foto-foto di entri ini 🙏.
      Jabat erat dari Indonesia!.

      Delete
  2. ¡Hola, Himawan!

    Qué bellos y bucólicos esos campos de arroz estupendamente fotografiados. Gracias también por dar a conocer otro singular templo de tu país.

    Un gran abrazo desde España y feliz comienzo de semana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola Miguel guapo amigo en España !.

      ¿Sabes que a menudo me sorprende saber que amigos del extranjero como tú parecen entusiasmados con el deseo de ver el templo ...?, aunque estoy en la ubicación de un templo, también me encuentro con turistas de varios países.

      Desde lejos, oro por ti para que algún día puedas ver el templo directamente.

      Un gran abrazo desde Indonesia, les deseo un buen comienzo de semana hoy 🤗.

      Delete
  3. Hola Himawan. No sé como te las apañas pero siempre estás de viaje jj. Y gracias a ello estamos conociendo lugares que de otra forma sería imposible ver.
    Y los vemos y conocemos gracias a tus estupendos reportajes con unos paisajes preciosos que nos muestran la belleza que alberga esa tierra.
    Una arquitectura extraordinaria la de ese templo. Siempre me ha llamado la atención los adornos que poseen.
    Sigue disfrutando y de esa forma nosotros seguiremos conociendo esos bellos lugares.
    Un abrazo y cuídate mientras conduces.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola querido amigo Juan también. De hecho, a veces me pierdo buscando una ruta a un lugar y, a menudo, me detengo preguntando a los residentes locales 😄. Afortunadamente, la envidia no sucedió cuando llegué a la ubicación de este antiguo templo 😊.
      Gracias por tu gran apoyo, Juqn. Exploraré, en la medida de lo posible, la ubicación de otros templos para presentarlos aquí 🙏. Un gran abrazo desde Indonesia para ti en España 🤗

      Delete
  4. Bagusnya perkongsian ini. Penuh dengan nilai budaya dan sejarah. Pak Himawan, pada hemat saya merupakan salah seorang warga Indonesia yang sangat cinta akan tanah air. Bentuk tulisan Pak Himawan banyak mengangkat identiti negara Sang Saka Merah Putih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terimakasih besar apresiasinya mrs. Amie 🙏.
      Kebetulan sejak kecil saya sudah sering diajak orang tua saya liburan ke lokasi candi, jadi hingga sekarang saya menyukai dan mengagumi karya leluhur.

      Delete
  5. Hermosa esta visita al Templo de Banyunibo y sus alrededores!
    en la fotografia que lo muestra alli, como perdido entre los campos parece una imagen casi magica. un lugar precioso!Es verdad que elegir conducir el propio vehiculo da mas posibilidades de explorar los espacios y de adecuar los tiempos, y a su vez hacerlos mas placenteros y disfrutables. Muchas gracias Himawan porque cada una de tus entradas nos acerca un aprendizaje sobre distintos lugares que bien vale la vida conocer. Te dejo un fuerte abrazo y que tenga sun excelente inicio de semana. Buena salud y paz para tus afectos tambien!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. De nada, también te agradezco tu gran aprecio, Eli.
      Es un placer para mí poder invitarte a ti y a tus amigos a ver mi recorrido virtual, ojalá más adelante podamos viajar juntos de vacaciones de verdad.
      Es muy cierto, si traemos un vehículo privado durante nuestras visitas de vacaciones, será más flexible y podremos explorar a dónde queremos ir.

      Un abrazo y un apretón de manos de mi parte para ti, espero que siempre estés feliz de estar contigo.

      Delete
  6. nampaknya masih sepi ya wisata candi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan saja aku kesana pas sepi, wwkk .. , jadi leluasa acara fefotoan lokasinya
      Foto ngga kelihatan 'bocor' kemana-mana 😁

      Delete
  7. Fantastyczne8 miejsce, daleko od ludzi i z taką historią. Oh może mi się kiedyś uda tam pojechać. Pozdrawiam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Modlę się, abyście przyszli i zobaczyli tę starożytną świątynię. Pozdrowienia.

      Delete
  8. Wuuiih menarik juga yaa mas Candi ditengah2 ladang tebu...Belum sampai kecandi bisa manis duluan ini mah atau bisa dikerubutin semut..😁😁😁

    Sudah lama juga yaa Candi itu terkubur dan diketemukan kembali tahun 1978 hingga direnovasi kembali... Dan bisa jadi hal yang menarik dan unik hingga sekarang.😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhwua ..haha ...semut berikut sarang2nya udah dipanen & dijual jadi santapan burung peliharaan 🦜 "lol 😂

      Delete
  9. Oiyaa kalau ke Candi jangan pake baju ungu Janda mas....Ntar dapet Janda beneran lhoo..🤣🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkk ..., aku kebayangnya pakai kaos ungu malah seolah diriku adalsh sebuah terong jumbo lagi berjalan 🍆 🤣

      Delete
    2. Wuuuaaahaaaa apanya yang jumbo terongnya apa anunya..🤣🤣🤣

      Delete
    3. Itunya, maas ...
      [Sambil melirik 👀]

      Itu loooh ..., Hahaha ..
      Ngga jadi sebutin aaakh .., keburu ketawa ngakak guling~guling 💫

      Delete
  10. Muy buenas tardes amigo, vaya vacaciones que te tomas la mar de lindas e interesantes haces muy bien.
    Nos dejas unas panorámicas de ensueño y los templos lindos de verdad. Es todo,muy diferente a lo que en occidente estamos acostumbrados a ver en plan de monumentos, pero todos tiene su valor y su estética para disfrutar de ella. Un fuerte abrazo y veo que has vuelto a cambiar tu casita ahora al menos si va el traductor biennnnn. Un beso y feliz semana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ¡Hola mi amiga Campi !.

      Es muy cierto lo que dices, todos los monumentos que tienes en cada país tienen su propio encanto y sería lindo que todos pudiéramos verlos uno a uno.
      Ojalá en el futuro todos podamos dar la vuelta al mundo 😊.
      Sí, amiga, finalmente ahora el traductor funciona a la perfección para que pueda maximizar la lectura.
      Desde lejos les mando saludos de besos y abrazos de amistad.

      Delete
  11. sampeyan nemu aja yang beginian Mas, membuatku ingin melalang buana. sepi pengunjung kayaknya deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaas .., taukah sampeyan kalau aku ..., hahahaha ...pernah blusukan masuk ke pekarangan kandang bebek pas di Brebes sana .. 🦆😂.
      Jadi kalau nemu rute lokssi candi udah termasuk gampil gegara pernah punya pengalaman ngubek kampung peternakan bebek 😁

      Delete
    2. saya sendiri nggak pernah ngubek-ubek kandang bebek. pernah coba miara bebek cuma sebentar pada mati

      Delete
  12. Today Google translator works like heaven. ;) Very nice description and the photoes. Beautiful place. I love the photo with the rice fields and the temple in the distance. Take care, my friend.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, my friend.
      This is what makes me happy and excited to return to blogging after an effective translator.
      Big thanks for all the appreciation from you, friend.
      Take care also.

      Delete
  13. Google Maps benimde en büyük yardımcım ve gezi arkadaşım:-)) Bizim ülkemizde de özellikle antik şehirlere toplu taşıma imkanı yok. Ya tur şirketleri yada kendi başınıza gitmek zorundasınız. Senin de bildiğin gibi ben yalnız seyahat etmeyi tercih ediyorum:-)) Harika bir seyahat, hem tarihi hemde doğa ile iç içe olması benim çok hoşuma gitti. Teşekkürler bu güzel gezi yazısı için. Türkiye'den kucak dolusu sevgiler:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Görünüşe göre şartlar benzer görünüyor, ülkenizde ve benim ülkemde de antik kentlerin turistik yerlerine toplu taşıma imkânı yok. Bu nedenle, özel bir araç getirmek ve google maps'i etkinleştirmek en iyi çözümdür.
      Minnettarlığınız için çok teşekkür ederim, dostum Seizn.

      Ben de Endonezya'dan size Türkiye'de bir yığın sevgi gönderiyorum 🤗

      Delete
  14. Kesenangan dari mistik masuk ini, sobat Himawan. Bahkan langit yang dipenuhi awan (saya tidak tahu mengapa saya memikirkan beberapa langit Van Gogh) tampak bergerak berputar-putar di atas kuil dan lanskap seolah-olah memancarkan pesan dalam bahasa yang entah siapa. Deskripsi Anda konsisten dan terperinci.

    Terima kasih. Pelukan erat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suatu kebetulan saat itu langit terlihat seperti lukisan di atas candi, sobat Carlos.
      Saya mengucapkan terimakasih untuk apresiasi deskripsi yang saya tuliskan 🙏.

      Pelukan erat.

      Delete
  15. En esos países la naturaleza escondió buena cantidad de templos tan bellos como este que nos muestras. Es difícil ver el templo en la foto pero logre ver.

    Saludos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, lograste ver el templo escondido entre los campos de arroz ... me alegro de que lo hayas encontrado.
      Saludos.

      Delete
  16. Un buen lugar para pasar un buen día.
    Salu2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Si amigo. Además de eso, también puedes aprender la historia del pasado allí.
      Saludos.

      Delete
  17. Parece-me, amigo, que este é mais um dos muitos encantos do teu país: são muitos os templos antigos, além da natureza bela e exuberante! Cada vez tenho mais vontade de conhecer essa terra linda! Meu abraço, boa semana!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sim, amigo.
      Oro por você para que seu desejo se torne realidade em meu país e veja em primeira mão os antigos templos.
      Abraços boa semana com todos nós

      Delete
  18. aku pas ke sini dulu ga ada penjaganya mas
    jadi masuk nyelonong aja wkwkw
    wajib banget ni kalau mau ke candi ijo ke sini dulu
    tapi kalau mau lihat candi ini dari kejauhan bisa ke candi barong dulu
    pokoknya daerah situ banyak banget candi candi sampe bingung mau ke mana dulu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menginspirasi ...., Wwkkk 😅!.
      Kujadi keingetan pernah masuk ke lokasi wisata benar2 ngga bayar, tapi dibolehin masuk gitu saja sama petugasnya 🤩.

      Bener kui, maas ..
      Saking banyak candi di sekitaran situ, jadi bingung mau datang ke lokasi candi mana duluan.
      Sayangnya ya rute ke Candi Barong wagelagaseeh .. rusak parah!.

      Delete
  19. Lindos templos me encanto esta entrada . te mando un beso

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gracias por gustarte esta entrada del antiguo templo, JP.
      Yo también soy de aquí mandando un beso de amistad.
      Saludos.

      Delete
  20. Replies
    1. Right, friend.
      Besides being beautiful, it is also artistic.

      Delete
  21. Le temple est joli et les paysages autour sont calme.
    Il semblait y avoir peu de monde, c'est bien pour les photos :D
    Bonne journée

    ReplyDelete
    Replies
    1. C'est très vrai ..., heureusement quand j'étais là-bas, il n'y avait pas de visiteurs donc j'étais libre de prendre des photos et les photos étaient bonnes 😁.
      Merci pour votre appréciation, mon ami.
      Que votre journée soit aussi pleine de bonheur.

      Delete
  22. Cikbunga suka monument sejarah 🌹

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita sama menyukai monumen purbakala, cikbunga 😊

      Delete
  23. wagelaseh.. hehehehe seperti biasa foto2nya bagus2, Mas.. Aku belum pernah kesini nih.. makin banyak kan list tempat2 yang harus dikunjungi, ini semua gara2 mas Hima nih! :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkkk .., bikin kaget aja nih kak Naia teriak 'Wagelahaseeeeh ..' 😅.
      Makasih makasih foto2ku kali ini juga dibilang bagus 🙏🙏
      [Ngomong gini auto pipi jadi warna merah kayak tomat 🍅, haha]..

      Aseek, makin penuh aja list lokasi liburan yang pengin didatengin kak Naia .., aku doakan ya hopefully it will come true 😉

      Delete
    2. Aamiin.. wkwkwkwk.. Mas Hima tuh ngingetin aku sama sahabatku lho, kalo ngomong rada gahol macam mas Hima gini.. rame terooosss.. wkwkwk

      Delete
    3. Hehehe ..., seru ya kalo kita-kita bisa kesampaian liburan bareng and then cuwawakan rame-rame 😁.

      Kenalin dong aku sama temennya kak Naia itu .., pengin bisa saling banyol biar hidup berasa lebih hepi 😊

      Delete
  24. Hola Himawan, hermoso templo el que nos presentas y hermosos campos sembrados de arroz. Un placer pasear por ese recorrido acompañado de tus estupendas explicaciones amigo.
    Un abrazo y un saludo desde España.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ¡Hola amigo Juan !.
      Le agradezco sinceramente que mi explicación esté calificada como tal.
      Desde aquí, imaginé que si todos pudiéramos ir todos juntos al lugar de un templo, definitivamente sería una experiencia memorable. Abrazos y saludos desde Indonesia para todos ustedes en España.

      Delete
  25. Umat ​​Buddha yang suci memiliki iklim yang tidak terhalang. Anda perlu melihatnya di mata Anda sendiri! Tempat yang indah! Terima kasih atas kunjungan virtualnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali untuk waktu yang telah anda berikan melihat entri tentang candi Buddha ini, Rodzina 🙏.

      Delete
  26. I admire how many beautiful places and temples you visit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you very much from your appreciation, Oksana.

      Delete
  27. Saya membayangkan itu adalah kuil yang megah. Ini pasti akan menjadi tempat yang indah untuk menghabiskan liburan Anda. Semua yang terbaik untukmu.
    .
    Pikiran dan Lamunan Puisi
    .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih apresiasi dari anda, Rykardo.
      Semua yang terbaik juga untuk anda.
      Have a nice week!

      Delete
  28. What a beautiful view at the end there! looks like a really nice place to visit :)

    Hope that you are having a lovely week :)

    Away From The Blue

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, Mica.
      The temple and its surroundings have beautiful views.

      Have a super week 😊

      Delete
  29. I would like to visit a Buddhist temple. It must be very peaceful.
    greetings
    Coisas de Feltro

    ReplyDelete
    Replies
    1. From here I pray that your wish to see the ancient Buddhist temples first hand will come true.
      Cheers.

      Delete
  30. candi di Jogja memang banyak banget ya mas Hima, kapan ya bisa balik lagi ke jogja, ingin banget pergi lagi, semoga virus pandemi ini segera mereda sehingga bisa pergi kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar kalau main ke Yogya lagi, ajak-ajak aku napaaa, ko ..., hahaha, *ngarep 😃

      Delete
  31. Replies
    1. Ya, meskipun cuacanya terasa panas disana tapi berkat banyak tanaman, udara jadi seger.

      Delete
  32. que maravillas nos enseñas siempre, has cambiado el diseño del blog, este me gusta mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, estoy muy contento de que te haya gustado el nuevo aspecto de mi blog.
      Gracias por eso, mi amiga.

      Delete
  33. Admiro las rutas que haces y tú pasión por descubrir y mostrar esos lugares tan bellos de tu país. Me encantó descubrir este templo en tu compañía.
    Un abrazo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gracias, Jorge. Me alegro que les haya gustado la descripción de la ruta que escribí, espero que la información también sea útil para muchas personas.
      Un abrazo.

      Delete
  34. Bisa bisanya ada candi nyelip di tengah persawahan wkwk menarik bangett dari segi posisinya Kak 😍
    Terus yang kerennya lagi, bisa masuk ke dalam candi. Aku baru tahu kalau ada candi-candu yang bisa dimasukkin seperti ini 😅 aku pikir bagian dalam rata-rata candi tertutup untuk umum. Sayang ya yang bertahan hanya sisa candi utama ini 😅 tapi untung masih bisa diselamatkan, jadi masih bisa menambah peninggalan bersejarah yang bisa dipelajari 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa lokasi candi yang bilik dalamnya diperbolehkan untuk dimasuki pengunjung, Lia.
      Keren kan 😁.
      Aura di dalam bilik candi lebih kerasa sakralnya, loh .., kapan ada waktu cobain deh liburan ke candi dan masuk ke dalam biliknya 😊

      Delete
  35. Seru sekali main di candi-candi mungil gitu, apalagi lewat ladang tebu segala wkwk ambil tebunya juga mas :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wwkk kamu duluan yang ambil tebu, mas ...,ntar aku nyusul ikutan 😆

      Delete
  36. Candi Banyunibo merupakan candi bercorak Buddha diperkirakan dibangun pada abad ke 9 Masehi. Emejing..

    Banyunibo artinya 'air jatuh menetes' bener juga iya, mungkin nama itu terinspirasi dari air yang jatuh :)

    Dan, sungguh tidak disangka letaknya di antara ladang tebu dan persawahan...

    Mas, Ati2 pakai baju ungu ke tempat wisata, takutnya '....'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Takutnya apa, kaak .... , hahaha .., kok ngga dilanjutin kalimatnya 😅, bikin jadi penasaran nih.

      Delete
  37. Wah candinya berada di daerah persawahan dan ladang tebu ya. Jadi selain bisa melihat candi banyunibo juga dapat pemandangan yang ijo-ijo, kalo haus tinggal ngambil tebu di ladang ya mas.😂

    Biasanya mas Himawan mencantumkan harga tiketnya tapi ini kok ngga ada, apa gratis masuknya mas? 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal ngambil tebu di ladang, terus tau-tau Ko Hima dicegat pas pulang Mas Agus

      Delete

    2. @Agus yang punya ladang tebunya Rongdo manis, Bahkan semanis tebu.... Jadi mas Him masuk dapat gratis....Makanya lupa dan bingung jadi lupa nyantumkan harga tiket masuknya..🤣🤣😋

      Delete
    3. @ Agus :

      oh hiyaaaa ..., aku kelupaan nyantumin harga tiketnya 🤭. Murah kok tiketnya, cuma 5K 👍.

      Kelupaan nyantumin harga tiket bukan gegara keasikan nguyah batang tebu, wwkk ..., juga bukan karena pengaruh rongdo, haha ..
      Tapi lagi keingetan terong kayak warna kaosku 🍆😂

      Delete
  38. Sayang banget candinya tinggal satu ya Ko Hima, padahal punya potensi dikembangkan jadi pusat wisata juga nih

    hasil pemugarannya juga sebaik borobudur, saya agak susah membedakan mana bebatuan asli mana yang hasil pugaran abad 20.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya mudah bedain antara batu purba dan batu baru, kak.
      Terlihat dari warna batunya, juga teksturnya.

      Delete
  39. The Photo With You Inside Really Capture The Depth Of This Place - Thanx For Taking Us Along With You - Very Exciting Journey In Time - Stay Strong

    Cheers

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you very much for your appreciation, Padre.
      The travel stories you present are always impressive.
      Stay stong and also stay safe always.

      Cheers

      Delete
  40. from the outside the temple looks beautiful - inside it must be the same ...
    in the photo, barely, barely but you can see her 😉
    greetings

    ReplyDelete
    Replies
    1. That means you also agree with me if the location of the temple is barely visible from a distance 😊.
      Greetings

      Delete
  41. fantastic....
    pemandangannya indah.....
    informatif... thank you for sharing.

    # I am following you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Big thanks, mr. Tanza.
      Absolutely, saya juga akan following you ...
      [Ceileeeh, komennya pakai bahasa campur aduk 🤭]

      Delete
  42. Sounds like a fun outing! This part made me laugh: "Deliberately driving alone come all the way from my town to stay for the sake nyari writing material for blog posts ...., wagelagaseeeeh segitunya defended Stand up, hahaha 😂 !" Half the time, I think/joke that I do stuff just to write blog posts, too, but that's the fun of it, right? Also, great tee! The bright purple color screams spring. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha . I did not think that the humorous writing that I crossed got the attention of you, friend 😆. But it is true that what is said, sometimes we feel strange looking for material for a post 🤭.
      Thank you for your pleasant comments, my friend.
      Have a nice week!

      Delete
  43. Que lindo esse lugar.
    Excelente postagem com ótima dica.
    Beijos

    www.blogdamary.com

    ReplyDelete
  44. This temple is beautiful! I haven't seen one in real life.
    Hope you're having a great day!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Have a great day also, Radi.
      Hopefully later you will have the opportunity to come to the temple location and make photos with your unique style that is super cool.

      Delete
  45. Podziwiam położenie i wiek świątyni. Fajne miejsce na wycieczkę

    ReplyDelete
    Replies
    1. To prawda, że ​​starość świątyni jest godna podziwu. Podobnie sakralność i sztuka architektury

      Delete
  46. Padahal waktu terakhir ke Jogja 2019 lalu aku ke Candi Ijo & Prambanan loh mas, tapi beneran g tau keberadaan Candi ini hahhaha, baru denger namanya malah.

    Lokasinya unik banget hihihi di antara ladang tebu dan persawahan, kalau dari jauh kan beneran ga keliatan candinya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sayang banget tuh waktu itu ngga sekalian ke candi ini, kak.
      Padahal lokasinya masih di sekitaran situ-situ saja 😊

      Delete
  47. The temple is quite old. I'd say it looks like the trip was well worth it even if you did have to drive your own car to get there.

    ReplyDelete
    Replies
    1. It is very true what you say, the advantages of using your own vehicle on the way, time is more flexible.

      Delete
  48. Kok bisa ya.. wkwk 😅 I mean kok bisa2nya ada candi dipertengahan sawah begini.. wkwk

    Bentuknya juga mungil, dan di tengah hamparan perawahan. Aku kalau disana fix sih bakal santai2 sambil minum sari tebu.. ada yg jual kan ya Mas Hima?? Heheh

    Di Jogja banyak banget ya candi2 begini Mas Hima..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya disekitaran sana ngga ada yang jual minuman sari tebu, mas.
      Apa kita yang jualan saja, yuk .., wwkk 😆

      Delete
  49. Tempatnya keren, old nya dapet,,

    ReplyDelete
  50. Gambar gambarnya bercerita lebih banyak, dan semakin mudah membayangkan lokasinya.

    Indah.

    ReplyDelete
  51. Bardzo ciekawe miejsce. Chciałabym je odwiedzić. Fajny blog:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. O, dziękuję za opinię na moim blogu 😊🙏. Mam nadzieję, że kiedyś będziecie mogli zobaczyć tę świątynię z pierwszej ręki. Pozdrowienia.

      Delete
  52. Hola, que lugares tan bonitos nos presentas. Las fotos preciosas, me encantaría poderme escapar allí y perderme por esos paisajes maravillosos. Feliz día. Un abrazo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola.
      Desde aquí rezo por ti para que luego puedas venir allí de vacaciones y puedas aprender a conocer la historia antigua de Java, especialmente el b
      Budismo.
      Saludos de amistad.

      Delete
  53. Super tam masz. Ja niestety nigdy tam nie pojadę, nie stać mnie. Zapraszam też do polski na mojego bloga https://anetabartczak-mojepodroze.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Och, dziękuję za moją podróż tam. Miejmy nadzieję, że pewnego dnia przyjedziesz tam następnego. Dziękuję aoresiadi, przyjdę odwiedzić twój dom wejściowy. Pozdrowienia.

      Delete
  54. Namanya unik ya Candi Banyunibo...
    Seluas-luas mata memandang... yang tampak adalah... persawahan dan ladang tebu...
    Mengapa kok bisa letaknya di anta ladang tebu dan persawahan?
    Apa candi ini pernah mengalami bencana alam seperti meletusnya gunung Merapi atau gempa..? Malang tempo hari kan kena gempa ya? untung nggak ada
    gempa susulan. Tapi aku mengalami gempa batin.... 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wadidaww .., dampak gempa susulannya malah terkena gempa batin 😱 ?.
      Memang rumah mengalami kerusakan akibat gempa besar kemarin itukah ?.

      Delete
  55. Mais um lugar profundamente interessante que adorei descobrir por aqui!
    Adorei a história do Templo, que esteve tantos anos escondido... O cenário natural que rodeia o Templo é de uma imensa beleza! Mais uma fantástica partilha, por aqui! Um grande abraço!
    Ana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muito obrigado por todo o seu apreço, Ana.
      Estou impressionado com o seu interesse por este antigo templo com milhares de anos.
      Feliz domingo tudo de bom

      Delete
  56. Great report of that marvelous historical place. It is easy to see it is located in a beautiful place. Thanks for giving me the opportunity to visit your country through your blog.

    So sorry to hear about an Indonesian navy submarine that sank off the coast of Bali on Wednesday.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Your welcome, Giorgio. I am happy to invite you to take my virtual tour, who knows one day we can all travel together for real.

      Oh, it turns out that the news of the disappearance of the submarine in Bali waters has reached your country. The incident did shock all of Indonesia.
      Thank you for your sympathy, Giorgio

      Delete
  57. <beautiful and peaceful temple, dear friendo´mine.
    Have a nice week, bisous.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you for your appreciation, Hada.
      Havr a super week.

      Delete
  58. Thx for visiting my blog
    Mooie plekjes daar :)
    Greetzzz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Your welcome, Rebbeltje.
      Thank you for stopping here too.
      Greetings.

      Delete
  59. Belle le tue foto e tempio davvero molto bello. Grazie per avere visitato questo posto anche per tutti noi. Buona continuazione di settimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prego, Arwen. Sono anche grato che tu abbia interesse a vedere l'ubicazione di questo antico tempio.
      Buona continuazione della settimana.
      Saluti

      Delete
  60. lokasinya bener bener jauh berarti ya kak, soalnya ada ditengah-tengah persawahan gitu
    tadi awalnya aku salfok lho sama judulnya, soalnya kayak mirip sama nama air terjun, kayaknya ada air terjun banyunibo gitu, apa banyutibo ya hahaha, lupa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duoorrr .. , langsung aku searching setelah baca komentar kak Ainun.
      Dan tradaaa .. , bener namanya air terjun Banyu Tibo 🌊..
      Nqmanya memang nyaris mirip sama candi satu ini.

      Ya ampoon ..., itu air terjun di tepi salah satu pantai di GunKid itu pengin kudatengi udah lama, kaaak ...., tapi belum kesampaian *sad*.

      Kak Ainun pernah ya datang ke air terjun Bamyu Tibo ?.

      Delete
  61. Kagum dengan kegigihan orang dulu dulu membina candi. Setiap candi yang ada berbeza dan ada keunikan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebat ya karya seni dan ketaatan beragama orang jaman dahulu, kak.
      Ilmu arsitekturnya mengagumkan.

      Delete
  62. Hola! Es precioso el templo que muestras en este post. Me ha gustado mucho conocer su historia y el significado de su nombre. Además, me parece muy curiosa la foto en el que el templo apenas se ve entre la vegetación.
    Estoy aprendiendo mucho en tu blog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mi amigo Alvarez.
      Me alegro de que te interese este antiguo templo que tiene miles de años.
      Les agradezco mucho su gran reconocimiento.
      También aprendí a saber muchas cosas de tu blog 😊.
      Saludos de amistad.

      Delete
  63. Yogya dan sekitarnya emang banyak wisata sejarahnya ya Mas, keren-keren pula tuh.
    Kayaknya kalo mau puas liburan di sana, harus sediain waktu yang lama deh.
    Kemarin cuma beberapa hari doang dan itu nggak puas, banyak yang terlewat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mas seminggu pun sepertinya bakalan kurang waktu buat mengeksplore ke SEMUA candi-candi dari yang sudah dikenal masyarakat luas dan juga candi-candi yang belum banyak dikenal orang yang ada di wilayah Jogja dan Jawa Tengah ...., selain jumlah candinya sangat banyak juga jarak lokasinya jauh-jauh.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kampung Ulam Ngrajek - Tempat Makan Bernuansa Etnik Jawa

Kalian bingung memilih tempat makan selepas jalan - jalan mengelilingi kawasan wisata candi Borobudur, atau juga bingung menentukan tempat makan berkonsep tematik buat dijadikan lokasi ngumpul asyik bareng teman - teman, dan juga tentu saja lokasinya keren untuk fefotoan ?.  Kampung Ulam Ngrajek tempat makan dengan suasana tradional Jawa Tengah yang unik dan artsy  yang kudatangi ini mungkin nantinya bisa juga jadi rekomendasi tujuan liburan untuk kalian.  Mengusung tema tradisional dan artistik, Kampung Ulam Ngrajek dengan luas areanya terdiri dari tiga bangunan Limasan berukuran besar berhiaskan beberapa lampu gantung antik terlihat mewah, dan terdapat tiga bangunan Joglo rumah tradional Jawa tempo dulu yang mengingatkanku tentang suasana pedesaan tempat rumah nenek buyutku dulu tinggal.  Terletak berada di tepi jalan dan dikitari oleh hamparan lahan persawahan, udara disana tetap terasa sejuk meskipun keseluruhan ruang Limasan dan Joglo di Kampung Ulam Ngrajek tidak ber-AC karena se

Umbul Senjoyo - Pemandian Eksotis di Lereng Gunung Merbabu

Terpaan sinar cahaya matahari pagi yang melimpah menjelang siang tengah hari saat itu, terasa cukup menyilaukan pandangan mata namun udara tetap terasa semilir sejuk menerpa permukaan kulit, mengiringi perjalananku memasuki kota Salatiga dan selanjutnya mengarah ke arah kota Boyolali untuk menuju lokasi liburan yang berada di lereng gunung Merbabu, Umbul Senjoyo .  Wisata Umbul Senjoyo terletak berada di desa Jubug, kecamatan Tengaran, kelurahan Tegalwaton, kota Salatiga, kabupaten Semarang. Untuk mencari dan menemukan keberadaan letak lokasi pemandian umum Umbul Senjoyo yang dua dari lima bentuk kolam besarnya memiliki bentuk lebih menyerupai sendang alami dan berair sangat jernih ini, tidaklah menemukan kesulitan berarti dalam mencarinya.  Lokasinya cukuplah mudah untuk diketemukan.  Rute ke arah lokasi patokan termudahnya adalah terminal bus Tingkir kota Salatiga.  Tak begitu jauh jaraknya dari Terminal Tingkir, di lampu traffic light belokan pertama perjalanan dilanjutkan berbelok

Menikmati Apel Segar dari Wisata Petik Apel KTMA Malang

Ketika berada di Kota Malang , provinsi Jawa Timur liburan terasa belumlah lengkap apabila tak sekalian memilih mengikuti wisata petik apel Malang.  Kota Malang terletak berada pada ketinggian sekitar 500 mdpl  dan memiliki udara yang sejuk memang telah lama dikenal sebagai Kota Apel, tepatnya penghasil buah apel berkualitas.  Bahkan sebelum adanya pendirian sejumlah wahana permainan dan edukasi kekinian dalam naungan Jatim Park group, Kota Malang telah lama dikenal oleh kalangan luas sebagai penghasil apel dan wisata petik apel.  Tetapi sebenarnya, ini pun barulah kuketahui setelah aku berkesempatan berlibur kesana beberapa waktu lalu, jika wisata petik apel bukanlah berada di Kota Malang, loh  ..., tetapi berada di Kota Batu.  Kira - kira berjarak tempuh sekitar 15 Kilometer dari Kota Malang menuju dan dari ke Kota Batu dan udara sejuk cenderung dingin yang melingkupi keseharian Kota Batu sangatlah cocok sebagai lahan tumbuhnya tanaman apel dengan kualitas baik.  Terdapat 5 jenis var